TEST DARAH MALARIA MAKIN MUDAH SAJA DENGAN RDT (Rapid Diagnostic Test)

loading...
Indikator RDT
Malaria merupakan  penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang sel darah merah kita  dan bila darah kita diperiksa di mikroskop ditemukannya bentuk parasit berbentuk cincin (pada stadium awal parasit) di dalam darah kita. Nyamuk Anopheles di tuding sebagai vektor dari penyakit ini. Kenapa nyamuk suka menggigit manusia silahkan Baca DISINI Infeksi parasit Plasmodium memberikan gejala berupa demam, mual/muntah, menggigil, pucat karena anemia dan pembesaran limpa. Dapat berlangsung akut maupun kronik. Infeksi malaria bila tidak ditangani secara cepat dapat membahayakan penderita sehingga penyakitnya makin berat yaitu malaria serebral yang bisa menyebabkan kematian. Malaria serebral menyebabkan koma yang tidak dapat dibangunkan atau koma yang menetap >30 menit setelah kejang disertai adanya parasit Plasmodium Falsiparum (penyebab malaria tropika) dalam stadium lanjut dalam darah kita.
Menurut WHO, kematian akibat malaria dunia selama tahun 2010 mencapai 665.000 orang dan 86 % adalah balita. Belum di tambah kasus-kasus kematian yang tidak dilaporkan. 
Sedangkan kasus penyakit malaria yang temukan dan ditangani di indonesia sekitar 544.470  selama tahun 2010.

Malaria bisa di tangani secara cepat bila pasien langsung memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan antara lain Puskesmas terdekat. Puskesmas menyediakan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosa jenis malaria yang di derita. Biasanya sampel darah akan diperiksa dengan memakai mikroskop oleh petugas laboratorium.

Seiring dengan perkembangan teknologi maka jenis-jenis test malaria terbaru terus dikembangkan. Yang paling praktis adalah dengan menggunakan alat RDT (Rapid Diagnostic Test) atau Tes Diagnostik Cepat. Caranya pun relatif mudah karena seperti ketika hendak memeriksakan kehamilan. 
RDT terdiri dari 3 baris indikator yang akan menunjukan hasil pemeriksaan darah anda. Testnya pun hanya menunggu 15 menit dibanding pemeriksaan mikroskop yang sampai 60 menit. Di daerah endemik malaria seperti Papua, alat ini banyak di jual bebas. Langkah-langkah pemeriksaan RDT bisa di tonton pada video di bawah ini



Cara kerja test  ini berdasarkan atas pendeteksian antigen-antigen yang terdapat dalam parasit malaria. Antigen-antigen yang tersedia menjadi target deteksi dari RDT ini adalah :
  • Histidine-Rich Protein II (HRP-II), suatu protein yang larut dalam air yang disintesis oleh trofozoit dan gametosit muda dari P. falciparum. Tes ini diproduksi pertamakali dengan merk Parasight-F. Tes semacam ini juga dikenal dengan nama ICT Malaria Pf.
  • Parasite Lactate Dehydrogenase (pLDH) yang diproduksi parasit malaria stadium aseksual maupun seksual. RDT yang tersedia saat ini dapat mendeteksi pLDH dari semua jenis parasit malaria. RDT dapat membedakan antara P. falciparum dan non-falciparum tetapi tidak dapat membedakan antara P. vivax, P. ovale dan P. malariae. RDT  yang dibuat untuk mendeteksi antigen ini antara lain tes OptiMAL.
  • Kombinasi antara antigen HRP-II dari P. falciparum dengan antigen pan-malarial yang terdapat pada semua 4 jenis malaria. Tes dengan kemampuan deteksi kombinasi antigen ini dikenal dengan nama ICT Malaria Pf/Pv.
Semua test diagnostik cepat malaria yang tersedia di pasaran saat ini dapat mendeteksi  parasit Plasmodium falciparum, sebagai penyebab utama malaria berat dan kematian akibat malaria. Hal ini karena RDT dapat mendeteksi antigen HRP-II atau enzim LDH parasit (pLDH) yang terdapat pada P. falciparum. Pada pasien dengan malaria falciparum berat, dapat terjadi sekuestrasi parasit sehingga parasit tidak selalu ditemukan di darah tepi, dan karena itu diagnosis infeksi P. falciparum tidak ditemukan  oleh pemeriksaan mikroskop akibat tidak adanya parasit dalam sediaan darah tepi.
So...RDT jadi pilihan paling praktis untuk mendeteksi malaria secara cepat dan akurat. Karena sangat mudah dalam penggunaanya.
Salam Sehat.....

Dari berbagai sumber

Komentar