TIPS MENGELOLA BAHAN MAKANAN SEHAT

Memilih bahan makanan sudah menjadi GAYA HIDUP kita di era modern ini. Bila mana kita memilih makanan di pasar, patut kita memperhatikan beberapa hal, agar membantu kita memilih makanan terbaik sesuai keuangan kita. Hal ini tentunya dihubungkan dengan cara penyimpanan dan pengolahan makanan kita. Ada 2 penyebab sehingga makanan itu tidak lengkap lagi zat gizinya yaitu proses memasak yang keliru dan bentuk makanan yang sudah mulai rusak. Lebih parah lagi bila ada pembusukan, yang berarti rusaknya nilai gizi dalam makanan terutama vitamin-vitamin. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain

  • Keadaan suhu
  • Udara yang lembab
  • Terlalu lama disimpan
  • Udara yang lembab
  • Terpapar cahaya terang dan sinar matahari langsung
  • Makanan Sumber Vitamin & Mineral

Banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang sangat mudah rusak serta sangat cepat kehilangan zat gizi bila tidak ditangani tidak ditangani secara hati-hati. Sayuran hijau seperti kangkung, selada dan lainnyahanya tahan pada suhu yang dingin dan lembab. Bila mana sayuran ini telah layu kemudian ditaruh pada suhu yang dingin dan lembab, ia akan segar kembali tetapi kandungan gizi (vitamin) didalamnya sudah rusak dan tidak dapat dikembalikan lagi. Sayur dan buah yang ditutup/dibungkus tidak mudah rusak kandungan gizinya. Kol yang disimpan dalam lemari pendingin akan tahan hingga dua bulan dan akan menahan tigperempat vitamin C-nya (asam askorbat), sedangkan sayuran hijau lain akan hilang separuh vitamin C-nya bila disimpan lebih dari lima hari dalam lemari pendingin. Vitamin C pada buncis, tomat adalah  lebih tahan lagi, demikian pula jeruk. Air jeruk yang diperas dan disimpan dalam lemari pendingin bisa tahan hingga beberapa hari. Rasa asam buah-buahan mentah adalah sumber vitamin C. Seperempat gizi didalam golongan jeruk terdapat pada ampasnya, itu sebabnya jika jeruk dimakan dalam keadaan tidak diperas maka banyaklah zat gizi yang ikut terkonsumsi.
Melalui alat pendingin akan membantu memperlambat kerusakan zat gizi dan aroma alami bahan makanan itu. Apabila sayuran dan buah dibiarkan terpapar cahaya matahari (setelah dipetik), dalam lima menit saja zat gizinya sudah mulai rusak. Tetapi bila menyimpannya dalam lemari es, gizinya akan lebih tahan.Bermacam-macam cara manusia untuk memperlambat proses kerusakan bahan makanan, yang bertujuan untuk memelihara aroma, bentuk serta kandungan gizi setinggi mungkin.
Sayur mayur dan buah memerlukan bahan-bahan pelengkap dalam suatu hidangan, oleh sebab itu harus dilakukan dengan hati-hati agar jangan kehilangan zat gizinya yang asli. Bagian luar/kulit sayuran agak kasar tetapi disitulah berisi pemusatan vitamin dan mineral dari pada bagian yang kelihatan halus. Sayuran berdaun sangat bergizi tinggi. Bagian luar yang hijau dari kangkung dan sayuran lainnya mempunyai kandungan karoten tiga puluh kali lebih banyak daripada bagian daun yang didalam. Jikalau daun-daun ini tidak digunakan, maka lebih dari tigaperempat vitamin dan mineral ikut terbuang. 
Dalam hidangan adalah tidak baik mencampur sayuran umbi misalnya kentang dengan biji-bijian seperti kacang tanah dan lain-lain. Ini disebabkan karena yang satu mengandung pati (zat tepung), yang satunya mengandung banyak protein sehingga memperberat kerja organ pencernaan. Sehingga terjadi produksi enzim berlebihanuntuk mencerna makanan tersebut.
Dan untuk mencegah terjadinya gangguan perut maka janganlah dimakan sayur mayur bersama bersama dengan buah-buahan. Jangan mencampur makanan seperti apel, salad, manggis pada saat hidangan sayur-sayuran dilakukan. 
SALAM SEHAT SELALU.

Komentar