SAMPAH DARI KEMASAN AIR MINERAL

Salah satu penyumbang sampah terbesar adalah minuman air mineral. Sangat memprihatinkan memang, walaupun pemerintah dengan segenap daya upaya meminimalisir kontribusi sampah jenis ini dengan teknik daur ulang walaupun tidak maksimal sampai 100 %. Akan tetapi tindakan ini justru meningkatkan konsumsi air mineral dari kemasan bekas daur ulang. Maka jadilah seperti lingkaran setan yang tidak putus-putusnya. 

Di Amerika saja, menurut RW Beck sampah botol plastik yang di daur ulang hanya 12 % atau 40 juta botol perhari. Sisanya berakhir ditempat lain.
Pengusaha air dalam kemasan termasuk paling cepat berkembang dari semua jenis minuman seperti Jus, Alkohol dan  Soda. Hal ini disebabkan karena proses dan harga packing yang murah. Oleh sebab itu tidaklah heran jika sampah plastik itu terus menggunung. Hmmm... memiriskan memang.


Pada saat ini sepanjang garis pantai diseluruh dunia pasti kita akan menemukan sampah plastik yang mengapung. Adakah yang peduli untuk menangani sampah di garis pantai ini? Termasuk indonesia ? Sampah ini pasti akan bertahan 200 sampai 1000 tahun yang akan datang bila tidak diambil tindakan yang nyata.

Efek Dari Sampah Plastik
Ketika botol air itu sampai ditangan kita, maka sebelumnya ia akan melewati proses yang butuh sumberdaya, manufaktur, tansportasi  dll pada akhirnya kita akan membuangnya begitu saja ketika airnya habis...gampang kan  Ingat semua kegiatan tadi menghasilkan emisi gas rumah kaca dan menciptakan limbah yang tidak perlu, hanya demi minum air bersih saja. Selain itu air kemasan yang bersumber pada sumur artesis  dapat mempengaruhi tingkat air tanah dapat mengganggu masyarakat sekitar. Lihat saja di jakarta akibat air tanah dieksploitasi berlebihan berakibat penurunan ketinggian tanah dan bisa saja amblas. Diberitakan baru-baru ini ada beberapa gedung tinggi yang sudah miring posisinya.
Ingat..sekarang sekitar 2,7 juta ton plastik digunakan untuk botol air setiap tahun diseluruh dunia yang berkontribusi sekitar 2,5 % dari konsumsi minyak bumi dunia untuk pengolahan plastik tersebut. 
Menurut penelitian Bottled Water Alliance Australia, dalam setahun Australia menyumbang 60.000 ton gas rumah kaca hanya untuk mengkonsumsi air mineral botolan. Hal ini setara dengan memproduksi 13.000 buah mobil selama setahun.

Menurut penelitian FIJI Water, jejak senyawa karbon mulai dari proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen adalah :

1. 302 gram CO2 eq untuk botol isi 0.5 Liter
2. 573 gram CO2eq untuk botol isi  1    Liter
3. 801 gram CO2eq untuk botol isi 1.5 Liter

Apa yang terjadi pada sampah plastik yang menggunung pada akhirnya ?
Sebagian besar sampah kebanyakan di buang, dibakar atau ada juga yang sempat didaur ulang. Sisanya tentu menjadi polusi lingkungan. Ini merupakan ancaman global terutama laut kita karena bahan plastik pasti akan mengapung dengan sombongnya. Hal ini tentu akan mengancam kehidupan dari satwa liar yang terganggu oleh sampah pastik anda. 
Beberapa waktu lalu di tengah samudera atlantik telah ditemukan kumpulan sampah plastik raksasa dan mengapung seluas pulau Kalimantan. Dan siapakah yang bertanggung jawab ? 
Ada suatu slogan kampanye anti sampah plastik yang berkata "Ingat saudara...ketika anda sedang minum air kemasan, maka ingatlah si Pinguin"
Marilah kita belajar mencintai Bumi Kita.


Komentar

  1. Apakah benar jika setiap botol bekas air mineral biasanya dikumpulkan kemudian dikembalikan kepada pabriknya untuk dihancurkan menjadi biji plastik yang akan berguna dalam pembuatan plastik?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. yuk belajar bersih-bersih yang baik dan benar apalagi untuk alat sensitif :)

    BalasHapus

Posting Komentar