Waktu masih sekolah dulu, tempat kos saya sering menjadi tempat berkumpul anak-anak muda untuk "menggambar" tubuh mereka. Si mas Amat sebagai "tukang gambar", dengan lincahnya menggerak-gerakan pena jarum di bagian tubuh tertentu diiringi dengan bunyi mesin yang di sambung ke adaptor listrik. Sesekali ia mencelupkan ujung jarum ke wadah tinta yang berwarna warni. Sedangkan yang lain, sambil menunggu giliran "digambar" si Amat maka mereka menikmati minuman keras yang sudah disediakan. Mereka lebih suka di kerjai si Amat bila sudah dalam keadaan mabuk untuk mengurangi rasa sakit, katanya. Sesekali saya melihat wajah yang meringis menahan perih akibat dikerjai si Amat.
Entah kenapa saya waktu itu tidak tertarik untuk menggambar tubuh saya walau gak perlu bayar sepeserpun pada si Amat. Padahal teman-teman yang lain sudah punya gambar walau hanya ukuran kecil. Saya cuma membayangkan rasa sakit yang saya rasakan bila mesin itu beraksi hiiiii.
Ada seorang kakek yang kebetulan ayah dari penjaga sekolah kami. Lengan kakek itu penuh dengan gambar berwarna hijau. Mungkin dibuatnya ketika muda dulu. Tetapi ketika sudah jadi kakek maka gambarnya itu sudah memudar dan ancur gak berbentuk lagi akibat keriput telah memenuhi tubuhnya.
Mungkin ketika kakek ini masih muda dulu, tato merupakan kebanggaan dari sang kakek ini. Melambangkan keperkasaan, agar terlihat sangar dan ingin menunjukan bahwa ia seorang yang gagah perkasa.
Jaman sekarang tato merupakan suatu karya seni rajah tubuh. Ada yang temporer, ada pula yang permanen. Gambarnya pun bermacam-macam dari yang jelas sampai yang abstrak gak karuan.
Tato juga bertujuan untuk menutupi cacat tubuh misalnya jaringan parut akibat luka operasi atau kecelakaan.
Oleh sebab itu jika anda berniat untuk merajah tubuh anda dengan tato permanen sebaiknya dapat memperhatikan beberapa hal berikut (sumber detikhealth.com)
- Rasa sakit waktu di tato
- Biaya mentato
- Tidak bisa dihapus dengan mudah jika pun bisa tapi harganya mahal dan tidak berhasil 100%
- Akan memudar setelah bertahun-tahun
- Mode dan Tren mungkin saja gambar sekarang akan menjadi kuno beberapa tahun kemudian.
- Tato akan terlihat indah ketika berusia 20-an dan terlihat hancur dan aneh jika anda telah berumur 50-an ke atas.
- Resiko infeksi, alergi dan keracunan bahan berbahaya dari tato tersebut
Sedangkan keuntungan dari mentato tubuh antara lain :
- Tato bisa mengekspresikan pribadi, seni, pesan dan makna bagi si empunya tubuh
- Kepuasan bila memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain
- Menjadi ciri khas
- Memberi kesan keperkasaan dan tidak mudah diremehkan orang lain.
Jika saya melihat ulasan dari detikhealth, ternyata masih lebih banyak rugi ketimbang untungnya.
Berarti dulu saya sudah mengambil keputusan yang tepat apalagi sesuai dengan keyakinan saya, bahwa tubuh kita ini adalah Bait Allah. Jadi pelihara dan jagalah tubuh ini sebaik-baiknya.
Mohon maaf jika postingan saya ini mungkin menggelitik pembaca.
Salam....
Salam....
Komentar
Posting Komentar